
Mari menjual film !
Seorang Elida, -yang mengagumi penyanyi Nicky Astria - teman saya, pernah bertanya. Kenapa tidak mengemas film dokumenter yang pernah dibuat ? Bukankah itu menjadi penting ?
Saya mencoba memikirkan beberapa saat. Mungkin persoalannya menjadi tidak mudah. Lantaran, kebanyakan dari kita memproduksi film tidak dengan uang sendiri, alias ada ndoro funding-nya. Ini persoalan. Saya harus menjelaskan ke NGO, atau PH yang pernah mengontrak saya. Saya mencobanya. Tetapi ternyata semuanya menjadi : tidak masalah.
Mengemas film, menjadi menarik, memang tidak sekadar meng-kopi film film itu. Lalu membuatkan cover-nya. Merancang strategi promosinya. Tetapi, mengemas film, lebih banyak berkait dengan produk dan sebuah proses yang dilaluinya. Kenapa menjadi penting, sebuah film yang dikemas butuh making of-nya ! Atau lebih jauh ada buku yang menjadi bahan pembelajaran dari siapapun yang tertarik pada film itu.
Bagi pembuat film dokumenter, tentu bukan hal yang biasa. Membuat making of - nya, apalagi melampirkan cerita singkat dari proses itu. Lebih menakjubkan jika ada buku "pegangan proses-nya ".
Tentu. Ini tantangan kita. Mari mencoba. Saya juga tengah mencoba.
mencoba merdeka ...dan selalu punya ide !
1 komentar:
maju terus mas, dan mari merapatkan barisan hehehe
(apa sih)
Posting Komentar